KEBUMEN — MTsN 1 Kebumen resmi memulai pembangunan Masjid Baitul Hikmah melalui prosesi peletakan batu pertama (groundbreaking) yang berlangsung khidmat pada hari Jumat Pon, 27 Rajab 1447 H atau 16 Januari 2026. Proyek monumental senilai Rp3,6 Miliar ini dirancang bukan sekadar sebagai tempat ibadah, melainkan sebagai pusat peradaban, ilmu, dan pembinaan akhlak bagi generasi madrasah.
Filosofi "4M" dan Jaminan Ketenangan dari Wakil Bupati
Wakil Bupati Kebumen, Zaeni Miftah, yang hadir untuk meletakkan batu pertama, memberikan motivasi tinggi bagi seluruh keluarga besar madrasah. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa MTsN 1 Kebumen memiliki modal spiritual dan mental yang kuat untuk merampungkan proyek ini, yang ia sebut sebagai filosofi "4M".
"Pembangunan ini butuh 3,6 Miliar, tapi MTsN 1 Kebumen punya modal 4M: Madep (mantap niatnya), Mantep (yakin pilihannya), Mantheng (fokus usahanya), dan Mangkat (langsung bergerak). Dengan modal ini, saya optimis semua akan lancar," ujar Zaeni Miftah.
Beliau juga meyakinkan hadirin mengenai profesionalitas pembangunan ini karena dipimpin oleh tokoh nasional sekaligus pengusaha, H. Khayub Muhammad Lutfi. "Apalagi pelaksananya Pak Khayub, sudah pasti ayem pokoke (tenang pokoknya)," imbuhnya yang disambut riuh tepuk tangan hadirin.
Strategi "Modal Seribu": Kekuatan Gotong Royong Massal
Kasubag TU Kemenag Kabupaten Kebumen, Salim Wazdi, mengungkapkan strategi kreatif untuk memastikan pendanaan tetap mengalir, yakni melalui "Gerakan Infak Seribu". Konsepnya sederhana namun masif: setiap warga madrasah menyisihkan minimal seribu rupiah setiap hari.
Dengan kekuatan 900 siswa dan 90 guru serta karyawan, gerakan kolektif ini diyakini mampu menghimpun dana segar secara konsisten.
"Belum ada dalam sejarahnya membangun masjid itu gagal. Dengan modal gotong royong 'seribu per hari' ini, kami sangat optimis Masjid Baitul Hikmah akan tegak berdiri sebagai pusat ilmu dan adab," tegas Salim Wazdi.
Kehadiran Tokoh dan Sinergi Lintas Sektor
Acara ini menjadi ajang silaturahmi besar yang mempertemukan berbagai elemen penting. Turut menyaksikan prosesi ini:
Tokoh Agama: Ketua MUI Kebumen, H. Nursodik.
Pejabat Kemenag: Kasubag TU. Salim Wazdi, Kasi Penma Mulyono dan jajaran staf.
Komite Madrasah: Azhar Muhammadi (Ketua), Dalail, Khamid, dan Nuriyatun, Ahmad Pinuji, Adam Mahrur Maulana, Muhsinul Mubarok yang juga sebagi staff khusus bupati,
kepala disdiknas, Agus Sunaryo
Tokoh Senior: Para mantan Kepala MTsN 1 Kebumen (Dawamudin Masdar, Iskandar, M. Siswanto, Sugeng Warjoko, Fitriana Ainun).
Pemerintah Setempat: Camat Kebumen dan Kades Kembaran.
Keluarga Besar: kepala MTsN 1 Kebumen Muhiban dan Seluruh guru, karyawan, serta santri Islamic Boarding School (IBS) MTsN 1 Kebumen.
Spesifikasi Proyek dan Harapan "Baitul Hikmah"
Masjid ini dibangun di atas tanah seluas 800 meter persegi dengan luas bangunan 756 meter persegi. Total biaya sebesar Rp3,6 Miliar bersumber dari sinergi infak warga madrasah, wali murid, alumni, donatur, serta dukungan Pemkab Kebumen dan Kemenag. Target penyelesaian pembangunan adalah pada Agustus 2026.
Nama Baitul Hikmah atau "Rumah Kebijaksanaan" diambil dengan harapan besar agar masjid ini mengikuti jejak sejarah keemasan Islam sebagai pusat literasi dan akal budi.
"Setiap langkah pembangunan ini adalah doa yang terangkai, setiap bata yang tersusun adalah dzikir yang terpatri, dan setiap rupiah yang terhimpun adalah cahaya amal jariyah yang tak terputus," ungkap Muhiban dalam sambutan resminya.
Melalui peletakan batu pertama ini, MTsN 1 Kebumen mengajak seluruh pihak untuk terus berpartisipasi aktif, baik melalui dana, tenaga, maupun doa, demi terwujudnya mercusuar pendidikan karakter di jantung Kabupaten Kebumen.