Kebumen — Kelompok Kerja Madrasah (KKM) MTsN 1 Kebumen menggelar Workshop Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang diikuti oleh 250 peserta dari 17 madrasah anggota. Kegiatan ini berlangsung selama empat hari, mulai 5 hingga 8 Januari 2026, bertempat di MTsN 1 Kebumen.
Workshop ini menghadirkan sejumlah narasumber kompeten, antara lain Instruktur Nasional Kurikulum Berbasis Cinta Muhammad Siswanto, Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Kabupaten Kebumen Muyono, serta para pengawas madrasah Mufid, Sriwi Rahayu, Wuryani, dan Indarwati.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen, Anif Sholihin. Dalam sambutannya, Anif Sholihin menekankan pentingnya mengikuti workshop dengan penuh tanggung jawab sebagai bagian dari ikhtiar bersama dalam mendidik generasi masa depan bangsa.
“Ikutilah kegiatan ini dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab. Kurikulum Berbasis Cinta menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter murid agar berilmu, berakhlak, dan memiliki kepedulian sosial,” tegas Anif Sholihin.
Ketua KKM MTsN 1 Kebumen dalam keterangannya menyampaikan bahwa workshop ini merupakan langkah strategis untuk menyamakan persepsi dan meningkatkan kompetensi guru dalam mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta di madrasah.
“Workshop Kurikulum Berbasis Cinta ini kami selenggarakan sebagai upaya bersama untuk memperkuat peran guru dalam menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga menanamkan nilai-nilai cinta, kepedulian, dan akhlak mulia kepada murid,” ungkap Ketua KKM MTsN 1 Kebumen Muhiban.
Selama pelaksanaan workshop, peserta dibagi ke dalam tiga kelas, yaitu kelas A, B, dan C, guna memaksimalkan efektivitas pembelajaran dan pendampingan. Seluruh rangkaian kegiatan diikuti dengan penuh antusiasme, terlihat dari keaktifan peserta dalam diskusi, presentasi, serta praktik penyusunan perangkat pembelajaran berbasis KBC.
Workshop ditutup dengan suasana khidmat melalui mendendangkan lagu-lagu nasional dan lagu bernuansa cinta dengan penuh penghayatan sebagai simbol semangat kebangsaan dan penguatan nilai kasih sayang dalam dunia pendidikan. Acara kemudian diakhiri dengan doa penutup yang dipimpin oleh Mudakir.hari terakhir diisi dengan kegiatan tugas mandiri, mengerjakan dan mengumpulkan tugas dikirim ke link yang sudah ditentukan.
Melalui kegiatan ini, KKM MTsN 1 Kebumen berharap Kurikulum Berbasis Cinta dapat diimplementasikan secara optimal di seluruh madrasah anggota guna mewujudkan pendidikan yang humanis, berkarakter, dan berorientasi pada masa depan bangsa.