KEBUMEN — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Syaiful Mujab, melakukan kunjungan kerja ke MTsN 1 Kebumen, Rabu (4/2/2026). Kunjungan tersebut bertujuan untuk meninjau proyek pembangunan yang bersumber dari skema Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) sekaligus memberikan pembinaan kepada sekitar 200 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kemenag Kabupaten Kebumen.
Kedatangan Kakanwil disambut hangat melalui pagar betis siswa dan guru madrasah. Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen, Anif Sholihin beserta jajarnnya dan kamad MI, MTsN, MAN.
Tinjau Sarana Prasarana SBSN
Peninjauan diawali dengan melihat langsung gedung perpustakaan dan laboratorium. Di ruang perpustakaan, Syaiful Mujab menekankan dua pesan utama. Pertama, perpustakaan harus menjadi ruang yang nyaman, tenang, dan mampu menginspirasi, sehingga kehadirannya menjadi “musik alami” bagi pikiran peserta didik. Kedua, madrasah perlu mendorong siswa agar aktif berkunjung ke perpustakaan sebagai upaya memperkuat budaya literasi.
Selain itu, Kakanwil juga meninjau progres pembangunan Masjid Baitul Hikmah serta Asrama Putri IBS (Islamic Boarding School), guna memastikan kualitas sarana prasarana pendidikan yang dibangun melalui pembiayaan SBSN benar-benar sesuai standar dan berdampak nyata bagi madrasah.
Kebumen Jadi Barometer Prestasi Madrasah
Dalam sambutan yang disampaikan di Aula VIP MTsN 1 Kebumen, Kakankemenag Kebumen, Anif Sholihin, melaporkan perkembangan signifikan madrasah di wilayahnya. Saat ini, jumlah peserta didik madrasah di Kabupaten Kebumen hampir mencapai 20 ribu siswa, menjadikan madrasah sebagai pilihan utama masyarakat.
“Salah satu nilai jual madrasah di Kebumen adalah program Sekolah Plus Ngaji. Prestasi yang diraih pun sangat membanggakan. MAN 2 Kebumen meraih peringkat pertama Pusprenas tingkat SMA, dan MTsN 1 Kebumen juga berhasil meraih peringkat pertama tingkat MTs,” ungkap Anif Sholihin.
Enam Arahan Strategis Kemenag Jateng
Dalam sesi pembinaan kepada sekitar 200 ASN—yang terdiri atas ASN satu atap, jajaran KUA, penyuluh, kepala madrasah, dan guru—Syaiful Mujab memaparkan arah kebijakan Renstra Kemenag Jawa Tengah 2025–2029 yang menitikberatkan pada penguatan kerukunan beragama dan layanan berdampak.
Enam arahan strategis yang ditekankan, yakni:
Madrasah Unggul dan Ramah, dengan lingkungan pendidikan yang terintegrasi.
Zona Keasrian, setiap madrasah wajib memiliki area hijau dan asri.
Narasi Prestasi, piala dan penghargaan perlu disertai cerita perjuangan di baliknya agar lebih bermakna.
Ruang Guru yang Nyaman, sebagai penunjang produktivitas dan kualitas kerja.
Pemberdayaan Umat, melalui optimalisasi kantong zakat dan wakaf.
Transformasi Digital, guna menghadirkan layanan Kemenag yang mudah diakses, transparan, dan berdampak langsung bagi masyarakat.
“Semoga Kementerian Agama terus mampu memberikan layanan terbaik dan menjadi ladang amal jariyah bagi kita semua,” ujar Syaiful Mujab menutup arahannya.
Penutup
Kegiatan pembinaan ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Kasi Bimas, Makruf Widodo, dengan harapan seluruh program dan ikhtiar yang dijalankan membawa keberkahan serta kemajuan bagi pendidikan keagamaan di Kabupaten Kebumen.