KEBUMEN – Siapa bilang madrasah pinggiran pesisir hanya bisa jago kandang? Memasuki awal April 2026, MTsN 1 Kebumen (Matansa) resmi meruntuhkan stigma tersebut. Kabar kemenangan datang bertubi-tubi saat puluhan alumninya yang kini tersebar di SMA dan MAN unggulan dinyatakan lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026. Tidak tanggung-tanggung, mereka tidak hanya "mengepung" kampus elit dalam negeri, tetapi juga mengguncang panggung internasional.
Pencapaian tahun ini disebut sebagai salah satu yang paling "menggigit" dalam sejarah madrasah. Latar belakang geografis di pesisir pantai selatan justru menjadi bahan bakar bagi para alumni untuk membuktikan bahwa kualitas akademik Matansa mampu bersaing di kasta tertinggi dunia pendidikan.
Rekor paling fantastis dicatatkan oleh Rizky Alifian Ramadhan (alumni Matansa di MAN IC Serpong). Bukan hanya satu, Rizky sukses menembus 15 perguruan tinggi luar negeri sekaligus! Prestasi ini menjadi bukti sahih bahwa alumni Matansa memiliki standar kompetensi global yang diakui dunia internasional.
Tahun ini, UGM seolah menjadi "rumah kedua" bagi alumni Matansa. Dominasi mereka merata di berbagai disiplin ilmu yang sangat ketat:
Muhammad Zaenil Irfan (Hukum UGM)
Asyam Putra Rayzan (Ilmu Hubungan Internasional UGM)
Ariel Ikhfan Saputra (Manajemen dan Kebijakan Publik UGM)
Alfira Rizkiyanti (Farmasi UGM)
Desvida (Pendidikan Dokter Gigi UGM)
Zidan Andika Faiz Haryadi (Teknik Sipil UGM)
Alifiya Khoirunnisa (Ilmu dan Industri Peternakan UGM)
Riyung Zaskharynt (Teknologi Rekayasa Pelaksanaan Bangunan Sipil UGM)
Selain di UGM, alumni Matansa juga mengamankan kursi di jurusan-jurusan "mahal" dan prestisius lainnya:
Kedokteran: M. Wildan Al Farokhi (Kedokteran UNDIP), Ghaisan Satya Abbiyyu (Kedokteran UNBRAW), dan Naura Rahadhatul Aisy (Kedokteran UNNES).
Teknologi & Sains: Muchammad Sutejo (FTI-SP ITB), Shofiyati Nafisah (Informatika UNDIP), Heksa Rizy Trisnawan (Teknik Informatika UNAIR), serta Kayla Kafka Nafisa (Teknik Industri UNS).
Eksakta IPB: Hikmah Nur Sabila (Ilmu Gizi), Dandi Qurohman (Statistika & Sains Data), serta Ismail Masnahaiba Ahmad (Teknologi Produksi Ternak).
Daftar emas ini semakin panjang dengan lolosnya Muhammad Lutfi Habiburahman (Psikologi UNS), Danial Haday Mochtar (Bioteknologi UNDIP), Rizky Fajar Pratama (Akuntansi UNNES), Zagita K Daffa Pratama (Pendidikan Matematika UNNES), serta Syifa Nur Thibbiyah (Tata Rias & Kecantikan UNY).
Guru BK Matansa, Nur Afifi, menyebut pencapaian ini sebagai berkah yang tak terhingga. "Melihat alumni kita diterima di jurusan HI, Hukum, Farmasi hingga Kedokteran adalah kebanggaan luar biasa. Ini adalah output nyata dari proses panjang di madrasah," tuturnya.
Kepala Madrasah, Muhiban, pun tak henti mengucap syukur. "Alhamdulillah wasyukurillah, selamat dan sukses untuk anak-anakku. Ini adalah keberkahan untuk kita semua. Semoga kalian menjadi inspirasi bahwa anak pesisir bisa menggenggam dunia," pungkasnya.
Hingga saat ini, tim pendataan masih terus menyisir nama-nama alumni lain yang diyakini akan terus menambah panjang daftar prestasi tahun pelajaran 2025/2026. Matansa kini bukan sekadar sekolah, melainkan lokomotif pencetak generasi elit nasional.