KEBUMEN – Memasuki hari ketiga pelaksanaan Workshop Pengembangan Kurikulum Deep Learning dan Panca Cinta, suasana di Aula Utama MTsN 1 Kebumen pada Jumat (10/7/2026) berlangsung kian dinamis dan penuh antusias. Berbeda dari hari-hari sebelumnya, agenda kali ini melibatkan 84 peserta yang terdiri dari seluruh tenaga pendidik (guru) dan tenaga kependidikan (karyawan) madrasah.
Istimewanya, hari ketiga ini menghadirkan tiga narasumber yang memiliki ikatan emosional kuat dengan madrasah, karena ketiganya merupakan bagian penting dari sejarah perjalanan panjang MTsN 1 Kebumen.
Sesi pertama diisi oleh Bapak M. Siswanto, M.Pd., yang memaparkan materi mengenai "Insersi Perkoperasian dalam Kurikulum Madrasah." Beliau yang juga merupakan mantan Kepala MTsN 1 Kebumen menekankan bahwa nilai-nilai perkoperasian wajib disisipkan ke dalam seluruh mata pelajaran (mapel) melalui tiga pilar strategi:
Integrasi Materi Inti: Memasukkan nilai-nilai koperasi secara mendalam pada mapel rumpun IPS dan Fikih.
Insersi Mapel Pendukung: Menyisipkan contoh kasus dan prinsip koperasi pada materi Pancasila, Bahasa Indonesia, Informatika, serta Matematika.
Kegiatan Kokurikuler: Diimplementasikan secara nyata melalui Koperasi Murid (Komur), kegiatan kunjungan belajar, hingga ajang Gelar Karya.
Suasana workshop pecah dan penuh tawa ketika M. Siswanto menyelipkan sela-sela nostalgianya selama memimpin madrasah dahulu. Kehebohan terjadi saat beliau mengadakan kuis berhadiah interaktif. Tiga guru beruntung—Ahmad Nursalim, Slamet Rianto, dan Wahyu Giro—mendapat kesempatan langka mengambil hadiah uang tunai langsung dari dompet sang pemateri dengan mata terpejam.
Riuh tepuk tangan peserta menggema saat salah satu guru berhasil mengambil lembaran uang berwarna biru (pecahan Rp50.000). "Apa yang didapat hari ini sudah tercatat di Lauh Mahfuzh," seloroh M. Siswanto, mengingat di dalam dompetnya saat itu kebetulan memang hanya tersisa satu lembar uang berwarna biru tersebut.
Menutup sesinya, beliau memberikan pesan kunci bagi kemajuan madrasah. "Madrasah harus mempunyai branding, relasi, dan koneksi yang kuat agar bisa lebih maju. Saat saya menjabat dulu, banyak bantuan mengalir masuk tanpa kita harus membawa proposal ke mana-mana," tegasnya memotivasi.
Sesi kedua dilanjutkan dengan materi yang tidak kalah krusial, yaitu "Implementasi Moderasi Beragama dalam Kurikulum Berbasis Cinta (KBC)". Materi ini disampaikan secara bernas oleh Bapak Dr. Salim Wasdy, S.Ag., M.Pd. Beliau merupakan mantan guru MTsN 1 Kebumen yang saat ini mengemban amanah sebagai Kasubag TU Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen.
Dalam paparannya, Dr. Salim Wasdy menegaskan bahwa ada dua korelasi penting antara Kurikulum Berbasis Cinta dengan konsep Moderasi Beragama, yakni:
Relevansi Filosofis: Meliputi penanaman nilai religius, kemanusiaan, keadilan, dan kesetaraan.
Relevansi Sosiologis: Meliputi penguatan rasa kebangsaan, sikap toleransi, dan gerakan anti-kekerasan.
Beliau juga membagikan berbagai contoh riil di lapangan mengenai penerapan kedua aspek tersebut dalam kehidupan madrasah sehari-hari. Di akhir pemaparannya, Dr. Salim Wasdy mengingatkan para guru untuk tidak mandek. "Zaman sekarang, tantangannya sudah jauh berbeda. Guru harus selalu rajin meng-upgrade kapasitas diri, salah satunya dengan cara rajin membaca buku," pungkasnya.
Memasuki sesi ketiga, materi beralih ke ranah administrasi kepegawaian yang sangat vital bagi kesejahteraan pegawai. Sesi ini diisi oleh Hj. Meta Rosanadewi, salah satu Analis Kepegawaian Kantor Kemenag Kabupaten Kebumen, yang dahulu juga pernah bertugas di MTsN 1 Kebumen.
Dalam sosialisasi ini, Hj. Meta Rosanadewi menekankan pentingnya akurasi data mandiri. Saat ini, sistem Simpeg5 telah terinterkoneksi langsung dengan Aplikasi Gaji Web (AGW) Kementerian Keuangan. Konsekuensinya sangat fatal jika terjadi keteledoran. "Salah input berarti salah gaji," tegas beliau mengingatkan.
Hj. Meta memaparkan ada 10 elemen data wajib yang harus dicek secara berkala oleh setiap pegawai meliputi:
Pangkat
KGB (Kenaikan Gaji Berkala)
Jabatan
Pensiun
CLTN (Cuti di Luar Tanggungan Negara)
Tugas Belajar
Keluarga
BPJS
Rekening
Status Kepegawaian
Beliau menghimbau dengan sangat agar seluruh tenaga pendidik maupun kependidikan rajin mengecek data pribadi mereka demi memastikan semua data yang ada di sistem sudah sesuai dan valid.
Melalui perpaduan materi kewirausahaan (koperasi), penguatan karakter (moderasi beragama), hingga tertib administrasi kepegawaian (Simpeg5) ini, workshop hari ketiga berhasil membekali seluruh elemen warga MTsN 1 Kebumen secara holistik untuk menyongsong tahun ajaran baru dengan semangat yang lebih segar.