Jam OPERASIONAL: 7.00-15.00 Senin-Jum`at
Gambar Gali Data Majalah Lentera Matansa, Jurnalis Muda MTsN 1 Kebumen Eksplorasi Kekayaan Geologi BRIN Karangsambung

Gali Data Majalah Lentera Matansa, Jurnalis Muda MTsN 1 Kebumen Eksplorasi Kekayaan Geologi BRIN Karangsambung

Penulis: solikhah Kategori: Kesiswaan 2026-05-22 10:33:28

KEBUMEN – Sebanyak puluhan murid MTsN 1 Kebumen yang tergabung dalam ekstrakurikuler jurnalistik menggelar kegiatan outing class edukatif ke Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Karangsambung pada Kamis (21/05/2026). Kunjungan lapangan ini bertujuan untuk mempelajari khazanah bebatuan purba dan Kawasan Geopark Karangsambung, sekaligus berburu data serta wawancara sebagai bahan utama pengisian rubrik Majalah Lentera Matansa edisi periode mendatang.
Pelepasan Resmi dan Pesan Kepala Madrasah

Rombongan jurnalis muda Matansa ini didampingi oleh 7 orang guru pembina. Sebelum bertolak ke lokasi menggunakan 3 kendaraan, rombongan dilepas secara resmi oleh Kepala MTsN 1 Kebumen, Siti Rojiatur Rochmah, di halaman madrasah.

Dalam arahan singkatnya, Siti Rojiatur Rochmah berpesan agar para siswa memanfaatkan kesempatan berharga ini dengan optimal.

    "Belajarlah dengan baik di lapangan, gali informasi sebanyak-banyaknya, dan jangan ragu untuk bertanya hal-hal yang belum diketahui kepada para ahli. Serta yang tidak kalah penting, tetap jaga kesehatan dan selalu jaga nama baik madrasah kita," tegas Kamad.

Menjelajah Laboratorium Alam: Dari Teori hingga Ruang Koleksi Megah

Setibanya di lokasi, rombongan disambut dengan sangat ramah oleh salah satu Aparatur Sipil Negara (ASN) BRIN Karangsambung, Kharis. Peserta kemudian diarahkan menuju sebuah ruang pemutaran khusus yang didesain menyerupai gedung bioskop mini. Di ruangan ini, salah satu pemateri ahli BRIN, Isty, memaparkan materi teoretis mengenai sejarah geologi komprehensif bagaimana Karangsambung bisa terbentuk dari dasar samudra yang terangkat.

Puas menyerap materi teori, para siswa diajak melakukan field trip ke dalam fasilitas inti BRIN. Jurnalis muda Matansa berkesempatan mengintip ruang penyimpanan koleksi bebatuan yang sangat megah, hingga melihat langsung bagaimana para peneliti bekerja di dalam laboratorium proses penelitian batu.
Menyingkap Sains dan Mitos di Gunung Wurung

Petualangan berlanjut ke situs geologi outdoor di Gunung Wurung (yang juga kerap dijuluki Gunung Dhemit). Di lokasi ini, edukasi menjadi sangat menarik karena memadukan dua sudut pandang. Secara sains, peserta mendapatkan penjelasan ilmiah mengenai proses pengendapan dan struktur geologi batu di sana.

Di sisi lain, pemateri juga menceritakan sisi folklor atau mitos lokal masyarakat setempat. Konon, dinamakan Gunung Wurung (gagal) karena dahulu kala ada seorang dewa yang gagal menciptakan gunung tersebut akibat terganggu oleh aktivitas seorang gadis desa yang keluar rumah sebelum fajar untuk mencuci beras, sehingga sang dewa langsung kembali ke kahyangan.
Berburu Batuan Purba di Sungai Luk Ulo

Sebagai puncak kegiatan, para peserta ditantang untuk terjun langsung ke wilayah pinggiran Sungai Luk Ulo. Berbekal pengetahuan yang sudah didapatkan di laboratorium, mereka mempraktikkan ilmu secara empiris dengan memilah dan mencari contoh bebatuan purba, seperti batu marmer, batu pasir, jasper, dan jenis batuan eksotis lainnya yang tersebar di sepanjang sungai.

Salah satu peserta outing, Yusuf, tidak bisa menyembunyikan rasa takjub dan senangnya selama mengikuti kegiatan ini.

"Kegiatan ini seru sekali! Selain jalan-jalan, kami bisa menambah pengetahuan langsung tentang kekayaan alam Indonesia. Saya baru tahu kalau potensi Geopark Karangsambung ini ternyata sudah diakui oleh UNESCO. Kebumen benar-benar keren punya potensi sebesar ini," ungkap Yusuf dengan penuh semangat saat diwawancarai di sela-sela perburuan batu.

Kegiatan berjalan dengan lancar dan aman. Seluruh data, catatan wawancara, dan dokumentasi foto yang berhasil dihimpun oleh tim redaksi muda ini siap diolah menjadi laporan utama yang menarik pada penerbitan Majalah Lentera Matansa mendatang.