Jam OPERASIONAL: 7.00-15.00 Senin-Jum`at
Gambar "Dokter Paru Jateng Goes to School" Edukasi Pelajar MTsN 1 Kebumen tentang Bahaya Rokok

"Dokter Paru Jateng Goes to School" Edukasi Pelajar MTsN 1 Kebumen tentang Bahaya Rokok

Penulis: Mams Kategori: Kesiswaan 2025-07-30 14:24:01

Kebumen, 30 Juli 2025 - Dalam rangka memperingati Hari Tanpa Tembakau Sedunia, Tim Dokter Paru dari Persatuan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Jawa Tengah  bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Kebumen menggelar acara edukatif "Dokter Paru Jateng Goes to School" di MTs Negeri 1 Kebumen. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran pelajar tentang bahaya rokok dan mendorong mereka untuk hidup sehat.

Dalam acara yang berlangsung di Aula Asrama IBS Timur ini, Tim PDPI Jateng yang dipimpin oleh dr. Miftahudin, Sp.P. dan dr. Mardiati Rahayu, Sp.P. bersama dengan Ketua Tim Kerja Penyakit Menular dan Tidak Menular dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kebumen, Akhmad Mukhibin, SKM, M.Ph. berbagi pengetahuan dan pengalaman tentang bahaya rokok. Dari pihak madrasah tampak mendampingi kegiatan antara lain: Wakabid Kesiswaan, guru BK, dan Pembina OSIS, 

Sesi tanya jawab menjadi salah satu highlight acara, di mana dokter dan peserta aktif bertanya jawb tentang berbagai mitos dan fakta seputar rokok. Misalnya, dr. Andhika mengklarifikasi bahwa rokok vape justru lebih berbahaya karena kandungan kimianya yang lebih banyak, termasuk aroma dan rasa. 

Sementara itu,  dr. Mardiyati menjelaskan bahwa pernyataan "merokok hanya satu batang tidak menyebabkan kecanduan" adalah mitos. “Umumnya anak yang mencoba merokok itu adalah awal seseorang untuk kecanduan sehingga jangan pernah sekali pun mencoba untuk merokok,” tegasnya.

Selanjutnya dia berharap agar kaum perempuan berperan dalam kampanye anti rokok ini. Perempuan justru bisa menjadi juru kampanye anti rokok yang efektif. “Perempuan jangan mau nanti punya pacar atau suami perokok!” tambahnya.

Acara ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pelajar dalam memahami bahaya rokok dan membuat pilihan hidup yang lebih sehat. Dengan edukasi dan kesadaran yang meningkat, diharapkan generasi muda dapat tumbuh menjadi lebih sehat dan produktif.