KEBUMEN – Memasuki tahun ajaran baru, Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Kebumen kembali menggelar kegiatan Masa Ta'aruf Murid Madrasah (MATAMUDA). Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, tahun ini pihak madrasah memberikan perhatian khusus terhadap perkembangan teknologi dan gaya hidup digital para murid baru kelas 7.
Sebagai bagian dari rangkaian acara MATAMUDA, MTsN 1 Kebumen menyelenggarakan pembekalan materi penting bertajuk "Etika Bermedia Sosial bagi Pelajar: Menjadi Generasi Digital yang Cerdas, Santun, dan Bertanggung Jawab" yang ditujukan khusus bagi seluruh murid kelas 7 pada hari rabu, 15 Juli 2026.
Kegiatan yang berlangsung interaktif ini menghadirkan tim narasumber internal madrasah yang kompeten di bidangnya, yaitu Khalwani, Miyosi, Murni, Rini, Solikhah, Irham Basyir, Aswanti dan Ratri. Kehadiran para pemateri internal ini mampu menghidupkan suasana melalui pendekatan yang dekat dan relevan dengan kehidupan sehari-hari para remaja Gen Z.
Mengupas Realita Dunia Digital Remaja
Dalam pemaparannya, tim narasumber mengajak para murid kelas 7 untuk melakukan refleksi jujur mengenai kebiasaan mereka sehari-hari, mulai dari ketergantungan memegang gawai saat bangun tidur hingga kepemilikan akun media sosial ganda (second account).
Materi yang disampaikan secara kolaboratif oleh tim pemateri tersebut mengupas tuntas tiga poin utama dalam dunia digital:
Pentingnya Media Sosial dan Tantangannya: Di balik manfaat edukatifnya sebagai media belajar dan sosialisasi, media sosial menyimpan tantangan nyata seperti hoaks, perundungan siber (cyberbullying), budaya pengucilan (cancel culture), hingga penipuan.
Bahaya Jejak Digital: Para siswa diingatkan bahwa jejak digital (komentar, foto, likes, hingga riwayat pencarian) bersifat abadi dan dapat memengaruhi masa depan, termasuk peluang pendidikan dan karier mereka kelak.
Prinsip Bermedia Sosial (Saring Sebelum Sharing): Menanamkan pentingnya berpikir sebelum mengetik, menggunakan bahasa yang santun (hindari kata-kata toxic dan SARA), serta menghormati privasi orang lain dengan tidak melakukan oversharing.
Pandangan Etika Digital Menurut Islam
Untuk memperkuat karakter akhlakul karimah murid, para narasumber juga mengintegrasikan materi etika digital ini dengan nilai-nilai keislaman. Para murid diajarkan konsep Tabayyun (memeriksa kebenaran informasi) sesuai tuntunan Al-Qur'an Surah Al-Hujurat ayat 6, larangan saling mengolok-olok (bullying) dalam Surah Al-Hujurat ayat 11-12, serta prinsip menjaga lisan dan jempol sebagaimana hadis Rasulullah SAW untuk selalu berkata baik atau diam.
Murid juga diperingatkan mengenai konsekuensi serius jika menyalahgunakan media sosial, mulai dari dampak psikologis (stres dan FOMO), dampak sosial (dikucilkan), dampak akademik, hingga dampak hukum pidana yang diatur dalam UU ITE.
Komitmen Bersama Pelajar Bijak Digital
Di akhir sesi, para narasumber memberikan tips praktis agar murid kelas 7 dapat memanfaatkan media sosial secara cerdas, seperti membatasi screen time, mengikuti akun-akun edukatif, serta menjadikan media sosial sebagai wadah untuk berkarya dan menyebarkan inspirasi positif.
Acara ditutup dengan deklarasi komitmen bersama oleh seluruh murid kelas 7 MTsN 1 Kebumen:
"Saya siap menjadi murid yang bijak bermedia sosial, menjaga etika, menghormati sesama, serta menggunakan ruang digital untuk belajar, berkarya, dan menebar kebaikan."
Melalui pembekalan materi etika digital ini, MTsN 1 Kebumen berharap para murid baru kelas 7 tidak hanya cerdas secara akademik, namun juga memiliki kecerdasan digital dan akhlak yang mulia di dunia nyata maupun dunia maya